Logo SantriDigital

Hadis qudsi kholaqtukal ibadah palaa talab

Khutbah Jumat
A
Ahmad khotib
4 Mei 2026 5 menit baca 2 views

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ و...

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Hadirin sekalian, para kekasih Allah yang berbahagia, Sungguh, tiada kata yang lebih berharga untuk kita renungi di hadapan keagungan Ilahi selain takwa. Takwa, yang menjadi akar segala kebaikan, benteng dari segala keburukan, dan kunci meraih kebahagiaan dunia akhirat. Mari kita segarkan kembali ingatan kita, kita kuatkan kembali tekad kita untuk senantiasa menjaga amanah takwa ini, agar hidup kita senantiasa dalam naungan ridha-Nya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Saat ini, ruhani kita dipanggil untuk meresapi sebuah sabda suci dari Rabb semesta alam, sebuah hadis qudsi yang begitu mendalam, begitu menggugah jiwa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, dalam sebuah bisikan cinta dan ketentuan-Nya: "خَلَقْتُكَ لِلْعِبَادَةِ فَلَا تَلْعَبْ" (Kholaqtukal ibadah, fala tal'ab). Aku ciptakan engkau wahai hamba-Ku, semata-mata untuk beribadah kepada-Ku, maka janganlah engkau bermain-main! Betapa agungnya tujuan penciptaan kita! Bukan sekadar untuk menikmati keindahan dunia fana ini, bukan sekadar untuk mengejar gemerlap harta dan tahta, apalagi sekadar untuk memenuhi hawa nafsu yang tiada bertepi. Namun, penciptaan kita berhulu pada satu inti: *ibadah*. Ibadah yang tulus, yang murni, yang hanya ditujukan kepada Allah Ar-Rahman Ar-Rahim. Renungkanlah, wahai saudara-saudariku! Berapa banyak waktu yang telah terbuang sia-sia dalam lingkaran permainan dunia? Berapa banyak energi yang terkuras untuk hal-hal yang tidak berarti di hadapan Allah? Kita dititipkan usia oleh-Nya, namun seringkali kita mengisinya dengan kelalaian demi kelalaian. Allah berfirman, "وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ" (Adz-Dzariyat: 56). "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." Perintah ini begitu jelas, namun nyatanya, seringkali kita berpaling, kita asyik dengan permainan dunia yang melenakan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Hadis qudsi ini adalah sebuah teguran sekaligus panggilan. Teguran bagi kita yang mungkin terlena, yang lupa akan esensi keberadaan kita. Dan panggilan bagi kita untuk segera menyadari, untuk segera kembali ke jalan yang benar. "Janganlah engkau bermain-main," kata Allah. Bermain-main di sini mencakup segala bentuk kelalaian, segala kesibukan yang menjauhkan kita dari pengabdian kepada-Nya. Termasuk di dalamnya, membuang-buang waktu berharga tanpa melakukan kebaikan, mengumbar dosa tanpa penyesalan, atau bahkan menyibukkan diri dengan urusan duniawi hingga melupakan kewajiban akhirat. Marilah kita bayangkan sesaat, wahai diri dan hadirin sekalian. Di hadapan Allah yang Maha Agung, kita hanyalah setitik debu. Namun, Dia, Sang Pencipta langit dan bumi, dengan segala keagungan-Nya, justru mengkhususkan kita, *menciptakan kita*, untuk suatu tujuan yang begitu mulia: ibadah. Ibadah yang bukan hanya sebatas gerakan raga pada shalat, puasa, atau haji. Tapi ibadah yang merangkum seluruh denyut nadi kehidupan kita. Setiap hela napas kita, setiap langkah kaki kita, setiap ucapan lisan kita, bahkan setiap hembusan pikiran kita, sejatinya bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah. Bukankah Allah telah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya yang beribadah? Bukankah di dalam ibadah terkandung ketenangan hati, kedamaian jiwa, dan kebahagiaan hakiki? Allah berfirman, "الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ" (Ar-Ra'd: 28). "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Pernahkah kita bergetar saat membaca ayat-ayat ancaman siksa neraka? Pernahkah kita menangis tersedu saat merenungi betapa tipisnya jarak antara surga dan neraka, dan betapa seringnya kita tergelincir ke jurang maksiat? Allah berfirman, "كَذَٰلِكَ نَصْرِفُ الْآيَاتِ وَلِيَقُولُوا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ" (Al-An'am: 56). "Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat(-Nya) agar (orang-orang musyrik) mengatakan: ‘Kamu telah mempelajari (ini dari ahli kitab)’ dan agar Kami menjelaskan Al-Qur’an kepada orang-orang yang mengetahui." Jangan sampai kedatangan kita di yaumul hisab kelak, di hadapan hakim yang paling adil, malah membawa penyesalan yang amat sangat. Penyesalan karena hari-hari yang seharusnya dipenuhi zikir, diganti dengan khurafat. Waktu yang seharusnya untuk tadarus, diisi dengan dosa-dosa yang terus menerus. Setiap detik yang terlewat tanpa ibadah adalah kesempatan emas yang hilang, hilang selamanya! Wahai diri, wahai saudara sekalian, mari kita bangkitkan semangat yang tertidur! Mari kita kobarkan api kerinduan pada Arsy-Nya! Jadikan setiap detak jantung ini sebagai tasbih, setiap helaan napas ini sebagai istighfar, setiap langkah menuju kebaikan sebagai saksi ibadah kita. Jangan biarkan diri ini terbuai oleh fatamorgana dunia yang semu. Ingatlah, firman-Nya adalah kebenaran mutlak: "إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ" (Al-Baqarah: 156). "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali." Bukanlah kesombongan jika kita renungkan keagungan-Nya dan kehinaan diri kita. Justru dari situlah lahir rasa cinta yang meresap, rasa takut yang menjaga, dan harapan yang membumi. Jika kita benar-benar mencintai Allah, niscaya kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menunaikan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita benar-benar takut pada siksa-Nya, niscaya kita akan berhati-hati dalam setiap gerak-gerik kita. Dan jika kita benar-benar merindukan surga-Nya, niscaya kita akan berlomba-lomba dalam kebaikan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Mari kita tatap mata hati kita, lalu kita bisikkan pada diri sendiri: "Wahai diri, bangunlah! Bangun dari tidur panjang kelalaianmu! Sungguh Allah telah begitu murah hati menciptakanmu untuk tujuan semulia ibadah. Jangan cemari amanah itu dengan bermain-main dalam kesesatan. Jangan sia-siakan usia muda dan tua dengan dosa yang berulang tanpa makna. Kembalilah kepada-Nya dengan penuh penyesalan, serahkan seluruh jiwa raga dalam dekapan cinta-Nya." Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita hati yang hidup, jiwa yang sadar, dan semangat yang membara untuk senantiasa beribadah hanya kepada-Nya. Semoga setiap langkah kita adalah ibadah, setiap detik kita adalah amal, dan setiap hela napas kita adalah bukti ketakwaan kita. Aamiin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. --- *(Khutbah Kedua akan dilanjutkan setelah jeda singkat dalam khutbah asli. Bagian ini tidak ditampilkan sesuai instruksi hanya untuk khutbah pertama)*

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →